Tentang LPP

Kinerja sebuah perguruan tinggi dibangun oleh tiga pilar besar, yakni penelitian, pengajaran dan pengabdian pada masyarakat. Dari ketiga elemen ini, yang paling berkaitan langsung dengan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa adalah pengajaran dan pendidikan. Jika proses pendidikan dan pengajaran berkualitas, lulusan yang akan dihasilkanpun akan berkualitas. Sebaliknya, proses pendidikan dan pengajaran yang ala kadarnya juga akan menghasilkan lulusan yang berkualitas minimal.

Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada tahun 2009 yang dilanjutkan dengan penerapan KPT pada tahun 2016 mengenalkan paradigma baru dalam pendidikan dan pengajaran. Pertama, tujuan kurikulum diarahkan untuk membangun kompetensi mahasiswa, bukan lagi hanya terfokus membantu mahasiswa untuk menguasai pengetahuan seperti yang ditekankan oleh kurikulum yang berbasis pada isi (Content-based Curriculum).

Dalam perspektif Kurikulum Perguruan Tinggi, ada tiga komponen yang akan dibangun dari lulusan yang akan dihasilkan perguruan tinggi, yakni sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Sikap mengacu pada karakter, ‘value’ dan ‘soft skill’ sedangkan pengetahuan dan ketrampilan adalah penguasaan ‘hard skill’ dari lulusan. Gabungan antara ‘soft skill’ dan ‘hard skill’ inilah yang akan membentuk lulusan menjadi sumberdaya yang lengkap yang diharapkan dapat memberi kontribusi pada kemajuan bangsa.

Paradigma kedua yang melekat dalam Kurikulum Perguruan Tinggi adalah perubahan peran dosen dari ‘pemilik pengetahuan’ menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran. Dalam paradigm lama sebagai ‘pemilik pengetahuan’, tugas dosen adalah mentransfer pengetahuan kepada mahasiswa. Sebaliknya, dalam posisinya sebagai fasilitator pembelajaran, seorang dosen harus mempersiapkan proses pembelajaran melalui ‘lesson plan’ yang komprehensif, melakukan pembelajaran dengan menerapkan berbagai metode pengajaran yang mendorong mahasiswa menjadi aktif dan memberikan ‘feedback’ atas capaian pembelajaran mahasiswanya.

Konsekwensi logis dari perubahan peran dosen sebagai fasilitator adalah perubahan peran mahasiswa. Dalam pola pembelajaran konvensional, peran mahasiswa hanyalah sekedar obyek pasif dari proses belajar yang tugasnya hanya duduk, mendengar dan mencatat kuliah yang disampaikan oleh dosen. Dalam paradigma baru, mahasiswa menjadi peserta belajar yang aktif, mengeksplorasi dan membangun pengetahuan.

Atas dasar pentingnya proses pembelajaran dan pendidikan dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan paradigm baru pembalajaran ini, sebuah lembaga yang menjadi ‘think tank’ untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sangatlah diperlukan. Oleh karenanya, pada bulan Februari tahun 2014, UMY membentuk sebuah lembaga yang disebut dengan Lembaga Pengembangan Pembelajaran. Sebelumnya, lembaga ini menyatu dengan Lembaga Penelitian Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M). Namun karena urgensinya, lembaga Pengembangan Pembelajaran perlu dibentuk secara terpisah dari LP3M.

Tugas Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP)

Tugas-tugas dari Lembaga Pengembangan Pendidikan adalah sebagai berikut:

  1. Menyusun Rencana Strategis Pengembangan Pendidikan dan Pengajaran yang mencakup kurikulum, proses pembelajaran, dan pengembangan suasana akademik;
  2. Menyusun panduan tentang pengembangan pendidikan dan pengajaran yang mencakup kurikulum, proses pembelajaran, dan pengembangan suasana akademik sebagai dasar implementasi seluruh program studi;
  3. Menyusun standar mutu pengembangan pendidikan dan pengajaran meliputi standar mutu kurikulum, proses pembelajaran, dan suasana akademik;
  4. Menyiapkan dan menyusun rencana operasional (RENOP) di bidang Pengembangan pendidikan dan pengajaran;
  5. Melakukan monitoring, pengarahan, dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang dilakukan program studi di lingkungan UMY;
  6. Melakukan benchmark secara nasional dan internasional tentang pengembangan pendidikan dan pengajaran dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan pengajaran di UMY;
  7. Memfasilitasi peningkatan akses hibah pendidikan dan pengajaran dari pihak eksternal (MENRISTEK DIKTI, Kopertis, dan sumber lain);
  8. Memfasilitasi pelaksanaan penjaminan mutu kurikulum dan proses pembelajaran;
  9. Melaksanakan fungsi pengarahan, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan program di unit kerja internal secara intensif;
  10. Mengkoordinasi proses penyampaian layanan yang dapat memuaskan stakeholders.
  11. Mendokumentasikan seluruh produk kegiatan dalam bentuk hardcopy dan atau softcopy.
  12. Menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ) secara periodik serta memori akhir jabatan pada akhir masa jabatan.
  13. Melaksanakan tugas lain yang relevan atas perintah pimpinan
  14. Mendampingi pejabat baru pada masa peralihan selama satu bulan setelah terpilihnya Kepala LPP baru.

Divisi dan tugas-tugasnya.

Sesuai dengan kebutuhannya, LPP memiliki dua divisi, yakni divisi Kurikulum dan divisi Pembelajaran. Divisi kurikulum bertugas untuk membantu program studi untuk menyusun Kurikulum Perguruan Tinggi serta mengelola dan mengevaluasi pelaksanaannya. Divisi pembelajaran bertugas untuk membantu dosen-dosen program studi mengembangkan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada siswa (student-centered learning). Berikut ini adalah tugas-tugas dari masing-masing divisi secara lengkap.

Tugas-tugas Divisi Pengembangan Kurikulum:

  1. Menyusun rencana strategis pengembangan kurikulum pendidikan tinggi di lingkungan UMY;
  2. Merencanakan program kegiatan dan anggaran untuk pengembangan kurikulum program studi sesuai dengan pencirian masing-masing prodi;
  3. Menyusun sistem dan kebijakan tentang pengembangan kurikulum (aturan, mekanisme, SOP) secara terpadu di tingkat universitas;
  4. Melaksanakan tingkat layanan yang dapat memuaskan stakeholders;
  5. Melaksanakan evaluasi dan monitoring kurikulum sesuai dengan standar yang ditetapkan di tingkat universitas;
  6. Mendokumentasikan seluruh produk kegiatan dalam bentuk hardcopy dan atau softcopy;
  7. Menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ) secara periodik serta memori akhir jabatan pada akhir masa jabatan;
  8. Melaksanakan tugas lain yang relevan atas perintah atasan;
  9. Mendampingi pejabat baru pada masa peralihan setidaknya selama 1 (satu) bulan setelah terpilihnya Kepala Divisi Pengembangan Kurikulum yang baru.

Tugas-tugas Divisi Pembelajaran:

  1. Merencanakan, menyusun strategi dan kebijakan pengembangan proses pembelajaran;
  2. Merancang standarisasi proses pembelajaran di lingkungan UMY dengan mengacu standarisasi DIKTI dan benchmark standar lain yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkesinambungan;
  3. Melakukan kerjasama dalam upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dengan dengan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI), Kemenristek, instansi pemerintah, perguruan tinggi baik negri maupun swasta, perusahaan dan lembaga internasional;
  4. Menyusun potret kinerja pelaksanaan proses pembelajaran di setiap fakultas sebagai dasar evaluasi;
  5. Memfasilitasi kemampuan dosen dalam proses pembelajaran dengan melaksanakan pelatihan untuk kepentingan internal UMY;
  6. Membantu program studi dan dosen dalam mendapatkan hibah kurikulum dan pembelajaran;
  7. Memfasilitasi pelaksanaan penjaminan mutu proses pembelajaran;
  8. Melakukan koordinasi dengan program studi dalam rangka pengembangan pembelajaran yang disesuaikan dengan pencirian masing-masing prodi;
  9. Melaksanakan koordinasi dengan Kepala Divisi dan tenaga kependidikan secara rutin;
  10. Melaksanakan tingkat layanan yang dapat memuaskan stakeholders;
  11. Melaksanakan evaluasi dan monitoring di bidang Pengembangan Pembelajaran di tingkat program studi;
  12. Mendokumentasikan seluruh produk kegiatan dalam bentuk hardcopy dan atau softcopy;
  13. Menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ) secara periodik serta memori akhir jabatan pada akhir masa jabatan;
  14. Melaksanakan tugas lain yang relevan atas perintah pimpinan;
  15. Mendampingi pejabat baru pada masa peralihan selama satu bulan setelah terpilihnya Kepala LPP yang baru.